Mengenal Jenis-jenis Bus Yang Bisa Disewa

Mengenal Jenis-jenis Bus Yang Bisa Disewa

Jalan-jalan menggunakan bus merupakan pilihan yang banyak dilakukan oleh masyarakat Indonesia. Salah satunya adalah komunitas bismania yang ada di pulau Jawa dan Sumatra. Memang tidak dipungkiri lagi, jika bus merupakan transportasi yang nyaman dan mudah digunakan untuk bepergian, khususnya yang mampu membawa jumlah banyak penumpang. Tidak heran juga, banyak perusahaan oto bus atau agen wisata yang menyewakan bus mereka untuk para wisatawan.

Di kota-kota besar di Indonesia seperti Jakarta, Bandung, Medan, Semarang, Surabaya dan lainnya banyak perusahaan agen wisata yang menyewakan berbagai jenis bus mereka. Mulai dari bus ukuran mini, medium hingga bus ukuran besar dan terbaru seperti bus double decker. Nah, diulasan kali ini saya akan menguak lebih dalam, apa saja jenis-jenis bus yang dapat disewa untuk berbagai keperluan anda, khususnya untuk kebutuhan wisata.

Bus Non HD / Bus Normal Deck
Mungkin kalian sering naik bus periode sebelum tahun 2009 dan menemukan tonjolan seperti kuburan di samping kursi pengemudi. Apalagi bus yang satu ini dulu sering digunakan untuk melayani perjalanan ekonomi. Bus yang dimaksud adalah Bus Non HD alias Bus Normal Deck.

Bus yang Non HD memiliki ciri-ciri yaitu tingginya sekitar 3000 mm sampai 3300 mm, tinggi kursi pengemudi sejajar dengan kursi penumpang atau lebih tinggi, bagian bagasi tidak terlalu luas, dan tampilan body kebanyakan persegi panjang, serta memiliki ciri khusus yang itu terdapat ‘kuburan mesin’ di samping pengemudi.

Bus High Deck (HD)
Seperti namanya, Bus High Deck adalah jenis bus yang memiliki lantai lebih tinggi dari Non HD. Bus ini mulai tren pada tahun 2009. Diawali dengan munculnya New Marcopolo dari karoseri Adiputro, Trisakti Phoenix, dan Laksana Legacy. Bus yang sering di singkat HD ini semakin banyak bermunculan di Indonesia seiring digulirkannya Peraturan Pemerintah Nomor 55 tahun 2012.

Untuk membedakan bus HD dan Non HD yaitu Bus HD memiliki ciri-ciri yaitu yaitu tinggi bus sekitar 3400 mm hingga 3500 mm, secara kasat mata memang sulit membedakan antara bus HD dan Non HD dari luar. Namun, dapat kita bedakan pada bentuk interiornya, yaitu tempat duduk pengemudi pada bus HD lebih rendah dari tempat duduk penumpang, dan tidak ada tonjolan di samping pengemudi.

Bus Super High Deck (SHD)
Nah ini merupakan model bus yang paling ngetren pada saat ini. Bus SHD dipernalkan pada GIIAS 2015. Pertama kali dibangun diatas Chassis Scania K360iB, kemudian menjadi armada unggulan beberapa PO di Indonesia. Kebanyakan dibangun pada Chassis Hino RK8, Mercedes Benz OH1839, dan Scania K360iB.

Ciri-ciri Jetbus SHD yaitu memiliki tinggi sekitar 3900 mm, memiliki bagasi yang lebih luas bahkan sepada motor bisa dimasukkan. Ciri yang paling mencolok dari bus ini yaitu bisa dilihat dari kaca depan yang menggunakan kaca ganda dan memiliki sekat pembatas atau bar kaca depan. Pada bagian belakang, grill lebih tinggi daripada High Deck Bus biasa. Tampilan bus SHD panjang, body bus terlihat gagah, dan elegan.

Bus High Deck (HDD) dengan Double Glass (DG)
Bus High Deck (HDD) dengan Double Glass (DG) adalah pengembangan selanjutnya dari bus SHD. Bus ini cocok diterapkan di Chassis diluar spesifikasi SHD, semisal Hino RN dan Mercedes Benz OH1526. Perbedaan yang paling menonjol pada bus SHD yaitu body lebih rendah dan sama tinggi dengan body HD.

Secara dimensi ketinggian bus ini hanya 3700 mm lebih rendah 30 cm dari bus SHD. Posisi peletekan wiper Bus High Deck dengan Double Glass berada dibagian atas atau di roof dan jumlah wipernya hanya satu. Sekat pembatas kaca depan terdapat box potongan di atas fender wheel yang lebih tipis. Begitu juga jarak kaca belakang dengan lubang sirkulasi pada bus lebih sempit.

Bus Double Decker (DD) / Bus Tingkat
Double Decker atau dikenal sebagai bus DD adalah bus sedang naik daun. Saat ini bus Double Decker lebih diminati untuk kepentingan wisata. Bahkan ada juga bus tingkat tanpa atap yang memungkinkan penumpang bisa menikmati pemandangan lebih leluasa dari atas, seperti bus wisata di Jakarta yang ada disekitaran Monas.

Tak hanya itu, Bus yang satu ini juga cocok digunakan sebagai alat transportasi umum yang memiliki permintaan trayek yang tinggi karena bisa mengangkut penumpang lebih banyak dan hemat dalam pemakaian jalan. Bus ini memiliki ketinggian kurang lebih 4150 mm dengan 2 tingkat deck yang dihubungkan melalui tangga. Bus DD pada bus AKAP (Angkutan Kota Antar Provinsi) terkenal lebih dulu di negeri tetangga Malaysia, sebelum tren bus ini menular di Indonesia.

Perusahaan bus pertama yang mengoperasikan bus Double Decker di Indonesia adalah Simpati Star dengan trayek Medan – Banda Aceh. Ada juga bus Paradep Taxi yang memiliki trayek dalam provinsi (AKDP) dengan trayek Pematangsiantar – Kualanamu.

Nah, itulah jenis-jenis bus yang bisa disewa untuk berbagai keperluan seperti, berwisata, gathering, perpisahan sekolah, dinas dan lainnya. Ada banyak tempat sewa bus di Indonesia yang bisa anda datangi dengan harga sewa bus yang berpariatif tentunya. Salah satunya seperti sewa bus Semarang yang saat ini banyak dicari oleh kalangan wisatawan maupun perorangan.

(Visited 78 times, 1 visits today)

Write a Comment

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *